Pengiriman BBM ke lokasi bunker industri atau tangki timbun di tepi sungai yang
memiliki karakteristik arus kuat dan pendangkalan dasar sungai pada waktu tertentu.

1. Risk Identification

Tim logistik memetakan risiko perairan, antara lain: kapal kandas akibat pendangkalan alur sungai (sedimentasi), kesulitan sandar (berthing) karena arus kuat, serta risiko kontaminasi air laut ke dalam kargo BBM saat cuaca buruk.

2. Risk Analysis

Risiko kapal kandas dinilai sebagai Critical. Jika kapal terjebak saat air surut, distribusi bisa terhenti berhari-hari dan berisiko merusak struktur lambung kapal serta mencemari lingkungan.

3. Mitigation Planning

Menyusun rencana operasional perairan:

4. Implementation

Saat berlayar, nakhoda wajib melakukan koordinasi ketat dengan pandu lokal atau otoritas pelabuhan. Penggunaan GPS dan Echo Sounder dilakukan secara terus-menerus untuk memantau kedalaman air di bawah lunas kapal secara real-time.

5. Quality & Quantity Assurance

Sebelum bongkar muat (discharge), dilakukan prosedur pengujian:

6. Monitoring & Review

Tim operasional mencatat durasi bongkar muat dan kendala cuaca yang dihadapi. Data ini digunakan untuk memperbarui data navigasi internal, sehingga pengiriman berikutnya ke lokasi yang sama menjadi lebih efisien dan aman.